Tampilkan postingan dengan label Bahan Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Kimia. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 Mei 2013 | 19.11 | 5 Comments

Video : Pintu Toilet Tembus Pandang

ist

Beranikah Anda buang air di toilet yang memiliki pintu tembus pandang? 
Video : Pintu Toilet Tembus Pandang
Sebuah kafe bernama Cafe Diglas di Vienna, Austria cukup membuat pengunjung terkejut dengan inovasi kreatif mereka terhadap desain kamar mandi. 
Video : Pintu Toilet Tembus Pandang
 Seperti dilansir Oddity Central, Senin (13/5), pintu kamar mandi dibuat menggunakan bahan tembus pandang sehingga siapa pun yang ada di dalam, dapat terlihat oleh orang-orang yang lewat.
Video : Pintu Toilet Tembus Pandang
Namun pembuatan pintu ini cukup cerdas dan tidak seburuk yang Anda kira.
Ternyata pintu dalam keadaan tembus pandang hanya jika dalam keadaan tidak terkunci. Ketika pintu dikunci, maka pintu seketika berubah menjadi tidak tembus pandang lagi dan muncul lambang merah “No Entry”.
Video : Pintu Toilet Tembus Pandang
"Sebenarnya ini hal yang sangat sederhana. Kaca terbuat dari molekul halide perak yang membiarkan cahaya tembus. Ketika tegangan dihilangkan, molekul menyerap lebih banyak cahaya sehingga membuat kaca tidak tembus pandang" ujar seorang netizen.

Video : Pintu Toilet Tembus Pandang
Makanya, jangan lupa mengunci pintu saat buang air, terutama jika pintu tembus pandang seperti ini.

Video : Pintu Toilet Tembus Pandang
Keunikan pintu toilet ini sukses membuat Diglas menjadi tempat populer di seluruh dunia. Terutama ketika seorang pengunjung mengunggah foto toilet transparan ini ke dalam Youtube.
 
»»  
Senin, 08 November 2010 | 17.27 | 2 Comments

Dampak Abu Vulkanik

Abu Vulkanik


Abu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi yang menghujani kawasan Yogyakarta dan sekitarnya semakin menebal. Ini jelas menjadi ancaman serius bagi warga yang bermukim di sana.

Kalau kita lihat, sejarah atau riwayat dari abu vulkanik ini adalah magma yang membeku. Tadinya magma itu merah seperti cairan besi. Lalu ketika terlontar ada kontak dengan atmosfer lalu membeku. Lontaran yang sangat kuat ini karena dari dalam Merapi ada tekanan gas yang sangat kuat, sehingga meledak terlempar ke atas. Ketika meledak, pecahannya juga bermacam-macam.Pecahannya ada bongkahan batu besar, kerikil, dan ada juga partikel yang halus. Yang berat jatuh di sekitar puncak Merapi, sedangkan pasir jatuhnya agak jauh. Lalu yang debu agak jauh lagi.Partikel itu kalau menempel di daun bisa menyebabkan mulut daun tertutup. Kalau sudah begitu maka nggak bisa menyedot oksigen. Selanjutanya proses forosintesis terganggu. Makanya kalau tertutup lama, tanaman akan menjadi layu.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), paparan abu vulkanik sangat membahayakan warga yang menghirupnya. Ancaman paling umum adalah gangguan pernapasan.

Berdasar paparan WHO saat terjadi letusan Gunung Eyjafjallajökull di Islandia lalu, abu vulkanik gunung berapi umumnya terdiri dari partikel fragmen batuan halus, mineral, dan kaca dengan karakter keras, kasar, korosif dan tidak larut dalam air.

Partikel abu sangat kecil sehingga mudah tertiup angin hingga ribuan kilometer. Yang paling berpotensi merusak tubuh adalah partikel abu terkecil yang mencapai kurang dari 1/100 milimeter. Ini berbahaya karena mudah menembus masker kain dan masuk ke paru-paru.

Seseorang dengan bronkhitis, emfisema dan asma disarankan mengurangi aktivitas di luar ruang karena paparan abu vulkanik bisa memperparah gangguan kesehatan.

Sebenarnya belerang dalam skala yang pas diperlukan tanaman juga. Kalau (sulfatara) banyak lalu menjadi hujan. Akan jadi hujan asam. Kalau hujan asam, tanahnya jadi asam.

Tanaman yang tumbuh di tanah yang pH (derajat keasamannya)-nya sekitar 3 atau 4 bisa membuat tanaman tidak tumbuh dengan baik. Tanaman akan keracunan, juga bisa tumbuh kerdil. Tapi kalau tanahnya basa, kena hujan asam bisa mendekati netral. Tanah netral itu mengarah ke pH 7, itu tanah yang bagus.

Kalau tanah pH-nya rendah maka unsur aluminium dan besi mudah larut sehingga tanaman akan keracunan atau kerdil. Sebaliknya di tanah yang basa, tanaman juga tidak bisa tumbuh baik karena unsur-unsurnya tidak mudah diserap tanaman.

Silikat Juga sangat dominan dalam abu vulkanik. Silika itu sangat keras dan ada sekitar 40-60 persen kandungannya dalam abu. Meski sangat halus, tetapi juga sangat keras, kalau masuk ke paru-paru dan terakumulasi bisa berbahaya. Ini juga kalau kena air sedikit berbeda dengan lumpur biasa. Lumpur biasa itu benar-benar licin, kalau ini agak kasar karena kandungan silikanya. Kalau menempel di kulit langsung kita gosok juga bisa membuat kulit luka.

WHO mengatakan, konsentrasi abu vulkanik setiap gunung berapi berbeda, tergantung kondisi alam seperti suhu udara dan angin. "Saran kami adalah mendengarkan insruksi kesehatan pejabat setempat," kata Dr Maria Neira, Direktur Department Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan WHO.

"Jika mengalami iritasi atau sakit di tenggorokan dan paru-paru, pilek, atau mata gatal, sebaiknya segera kembali rumah dan membatasi kegiatan di luar ruang," Neira menambahkan.

Selain partikel berbahaya, abu vulkanik juga berpotensi mengandung gas belerang dioksida dalam kadar rendah. Itulah mengapa ketika mulai mencium aroma belerang, sangat disarankan segera menjauh dari kawasan tersebut.
»»  
Senin, 11 Oktober 2010 | 17.58 | 4 Comments

Para Hydroxi Benzoate (Paraben)

Para Hydroxi Benzoate (Paraben), menjadi salah satu bahan yang banyak jadi pembicaraan dalam minggu ini menyusul penarikan Produk Indomie di Taiwan

Komponen fenol digunakan sebagai komponen antimikroba atau antiseptik sejak 1867 pada mulanya “asam karbon” oleh Joseph Lister untuk membersihkan peralatan dan dalam prosedur pembedahan. Penggunaan fenol menurun di akhir tahun, sebagai akibat toksisitas yang tinggi dan aktifitas antimikroba yang relatif rendah, komponen fenol lain dikenalkan, penting dalam pangan sebagai antimikroba, sekarang ini yang disetujui untuk digunakan dalam makanan (akil ester dari asam p-hidroxibenzoat) dan terdapat secara alami dalam makanan atau ditambahkan pada makanan setelah proses (fenol membentuk polifenol).

Di banyak negara, mengijinkan metil dan propil ester p-hydroxi benzoate (paraben) untuk penambahan langsung pada makanan sebagai antimikroba. Bab selanjutnya akan ditinjau karakteristik komponen ini yang bervariasi antara etil, butil, dan heptil ester yg disetujui untuk digunakan dalam makanan oleh beberapa Negara.

Paraben memiliki struktur dasar seperti gambar berikut




Paraben stabil di udara dan resistan terhadap panas dan dingin, termasuk sterilisasi. Aalto et al. (1953) mendetaksi tidak ada hidrolisis di larutan buffer paraben dengan pH 3.0 & 6.0 dan pemanasan 120OC, 30 menit. Pada pH 8.0, 6% hidrolisis terjadi pada kondisi yang sama. Larutan buffer paraben pH 3.0, 6.0 dan 8.0 tidak berubah selama penyimpanan pada suhu 25OC selama 6 minggu (Aalto et al., 1953).

Pelaopran pertama mengenai aktivitas antimikroba dari paraben datang dari Sabalitschka dan coworker pada awal 1920an (Prindle, 1983). Esterifikasi golongan karboksil dari asam benzoat membuat molekul tidak terdisosiasi sampai pH 8.5 dibanding disosiasi normal asam benzoat pada pH 5.0 (Busta dan Foegeding, 1983). pH optimal untuk aktifitas antimicrobial asam benzoat adalah 2.5 – 4.0; paraben efektif pada pH 3-8 (Aalto et al., 1953; Chichester dan Tanner, 1972).

Aktivitas antimikroba paraben terhadap berbagai jenis bakteri Gram (-) dan (+) pada pangan (Tabel ). Perlu dicatat, bahwa telah dilakukan penelitian dengan strain bakteri yang berbeda, kondisi inkubasi (pH, waktu, temperatur), media, teknik pengujian kadar logam, dan analisis data. Karena perbedaannya sulit untuk membandingkan hasil penelitian yang berbeda, kecuali secara relatif.

Darwis dan Bloomfield (1997) mengevaluasi efek pelarut etanol, propilen glikol, dan gliserol pada aktivitas metil dan propil paraben terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Aktivitas antimikroba dari paraben meningkat dengan meningkatnya hidrofobisitas dari larutan, semakin sangat besar dengan larutan paling hidrofobik, etanol. Dalam perbedaan, kemampuan paraben ternyata ditentukan oleh hidrofobisitas larutan, dengan gliserol menyebabkan kemampuan yang terbesar oleh sel. Kemampuan tidak berkorelasi dengan penghambat. Dapat disimpulkan penghambat adalah kombinasi antara aksi larutan dan paraben pada gabungan di bagian luar membran (P. Aeruginosa) dan sitoplasma (kedua genus).

Efektifitas antijamur dari paraben dievaluasi terhadap beberapa jamur yang berhubungan dengan pangan . Dalam perbandingan dengan bakteri, jamur lebih rentan terhadap paraben. Seperti bakteri, penghambatan peningkatan jamur sebanding dengan peningkatan panjang rantai alkil paraben.

Karena paraben kuran dipengaruhi oleh pH, terlihat lebih efektif daripada antimikroba “sensitif-pH” lain pada pangan, terutama dengan pH hampir netral. Eklund (1985a) menunjukkan, walaupun aktivitas antimikroba paraben berhubungan dengan pH, pengaruh ini tidak berhubungan dengan penguraian komponen. Propil paraben ditunjukkan 2-8 kali lebih efektif pada penghambatan pertumbuhan dan pembentukan toksin bakteri daripada sodium benzoat atau sorbat pada pH 6.8-7.0 (Aalto et al., 1953; Jurd et al., 1971).

Meskipun mekanisme aksi paraben belum jelas, penelitian yang beragam menunjukkan komponen mungkin sangat aktif pada membran sitoplasma. Kebocoran komponen intraseluler mengindikasi gangguan membran sitoplasma. Furr dan Russell (1972) mendeteksi kebocoran intrasel RNA dari Serratia marcescens dalam pemberian paraben. Jumlah kebocoran sebanding dengan panjang rantai alkil paraben.

Freese et al. (1973) menemukan bahwa paraben menghambat kecepatan serin sebaik oksidasi α-gliserol fospat dan NADH dalam gelembung membran Bacillus subtilis. Mereka menyimpulkan paraben mampu menghambat membran transport dan sistem transfer elektron. Eklund (1980) melakukan penelitian serupa menggunakan E. coli, B. Sutilis, P. Aeruginosa. Dia menentukan kecepatan alanin dari sel utuh, dan dia menentukan penurunan kecepatan alanin, serin, fenilaalanin, dan glukosa dari gelembung. Paraben umumnya menyebabkan penurunan kecepatan asam amino tetapi tidak pada kecepatan glukosa.

Eklund (1980) menyatakan itu dikarenakan paraben diketahui menyebabkan kebocoran komponen sel, mereka mampu menetralisasi energi kimia dan listrik yang membuat membran normal. pada penelitian lanjutan dengan E. Coli, Eklund (1985b) menemukan bahwa paraben mengurangi ∆pH dari membran sel organisme. Dalam perbandingan, komponen tidak terlalu memberi efek. Komponen membran potensial dari energi daya proton dan kemudian penghambatan transpor tidak hanya mekanisme penghambatan paraben.

Status Pengaturan

Di Amerika, metil dan propil ester asam p-hidroksibenzoat umumnya diakui aman (GRAS) pada konsentrasi masing-masing maksimum 0,1 %. Ketika dikombinasi, totalnya tidak melebihi 0,1 %. Metil dan propil disetujui sebagai agen antimikotik dalam bahan pengemas makanan. N-heptil ester juga disetujui untuk digunakan dalam fermentasi minuman gandum (bir) pada maksimum 20 µg/mL. Di Uni Eropa, metil, etil, dan propil ester diizinkan untuk digunakan dalam makanan. Beberapa negara lain mengizinkan metil dan propil ester termasuk jepang, mengizinkan butil ester. Food and Agriculture Organization/Worl Health Organization (FAO/WHO)sebagai ahli bahan tambahan makanan mendaftar spesifikasi untuk metil, butil, etil, dan propil ester paraben.

Aplikasi

Metil dan propil paraben normal digunakan dalam kombinasi 2:1 – 3:1 (metil:propil). Chichester dan Tanner (1972) merekomendasikan tes awal dalam makanan dengan 0,05% kombinasi dari 2:1 metil:propil paraben. Dalam makanan lemak tinggi, mereka merekomendasikan 0,1% dari kombinasi metil:propil paraben.

Senyawa tersebut ditambahkan ke dalam makanan dengan melarutkannya ke dalam air, etanol, propilen glikol, atau produk makanan itu sendiri. Untuk membuat larutan yang encer, air dalam kondisi suhu ruang; walaupun, air panas (70oC-82oC) direkomendasikan (Chichester dan Tanner, 1972). Senyawa itu mungkin juga dapat dicampur secara kering dengan komponen larut air sebelum ditambhakan ke dalam makanan. Paraben mungkin dilarutkandalam etanol atau propilen glikol untuk membuat persediaan larutan 10%-20%.

Paraben dianggap dapat digunakan dalam berbagai macam makanan (Table 9.4). walaupun, tidak banyak digunakan dalam makanan. Menurut Luck dan Jager (1997), paraben memiliki rasa yang nyata pada konsentrasi penggunaan; walaupun, sumber lain berpendapat lain (Aalto et al., 1953; Mallinckrodt, n.d.). penambahan pada produk-produk lainnya dilaporkan telah diuji dengan paraben termasuk margarin, mentega, es, manisan, sirup maple, dan daging (Chichester dan Tanner, 1972).

Dengan perkembangan pengemasan antimikroba, paraben dipelajari karena berpotensi dalam polymeric film. Dobias et al (2000) menggabungkan etil dan propil paraben menjadi polietilen film densitas rendah pada 5 dan 10 mg/kg. Chung et al. (2001a,b) mempelajari aktivitas pelepasan dan penghambatan propil paraben dari lepisan copolymer styrene-acrylate. Mereka menunjukkan propil paraben tidak hanya dilepaskan dari lapisan polimer tetapi dapat menghambat pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae lebih baik daripada penambahan komponen secara langsung.

Toksisitas akut dari paraben rendah. Matthews et al. (1956) menemukan nilai konsumsi LD50 pada tikus untuk metil dan propil paraben > 8000 mg/kg berat badan. Garam sodium dari metil, etil, propil, dan butil paraben diperoleh nilai konsumsi LD50 berturut-turut 2000, 2500, 3700, dan 950 mg/kg.

Dalam tes subkronis, 500 mg/kg metil paraben tidak menyebabkan efek penyakit pada kelinci lebih dari 6 hari, sedangkan 300 mg beracun bagi hewan (Luck dan Jager, 1997). Luck dan Jager (1997) juga melaporkan pemberian 2-20 mg/kg per hari ester paraben “rendah” pada kelinci, marmot, atau tikus tidak menyebabkan efek yang berbahaya setelah 120 hari. Tikus diberi 60 mg/kg per hari selama 30 hari juga tidak menunjukkan efek.

Untuk tes toksisitas kronis, tikus putih diberi makanan mengandung 2% (0,9-1,2 g/kg/hari) dan 8% (5,5-5,9 g/kf/hari) masing-masing ari metil dan propil paraben (Matthews et al., 1956). Setelah 96 minggu, hewan pada level 2% tidak ada penambahan berat atau perubahan organ di dalam organ dalam. Pada 8%, diamati sedikit penghambatan pertumbuhan. Penelitian yang sama ditemukan bahwa anjing kampung dapat mentolerir dosis harian 1 g/kg metil dan propil ester selama 1 tahun tanpa efek penyakit. Sampel jaringan hewan ini normal.

Paraben diabsopi dari organ pencernaan, dan hubungan ester dihidrolisa dalam liver dan ginjal (Jones et al., 1956). Hasilnya asam p-hidroksibenzoat dikeluarkan dalam urin tanpa perubahan atau sebagai asam p-hidroksibenzoat, ester asam glukuronat, atau sulfat (Luck dan Jager, 1997). Kebanyakan metabolit paraben dikeluarkan dalam 6 dan 24 jam berturut-turut melalui pembuluh darah dan dosis konsumsi (Jones et al., 1956).

Matthews et al. (1956) melaporkan tidak ada ester yang membuat iritasi pada kulit manusia pada konsentrasi 5 %. Epstein (1968), melaporkan paraben dalam makanan dihubungkan dengan infeksi kulit. Iritasi kulit melibatkan paraben telah dilaporkan, walaupun berhubungan dengan penggunaan pokok (Reitschel dan Fowler, 2001). Konsentrasi yang diperlukan untuk memperoleh reaksi biasanya tinggi, dan tidak ada mekanisme yang diketahui untuk sensitivitas (Soni et al., 2001). Denikian pula, reaksi alergi telah dilaporkan dengan paraben, tetapi fakta-fakta alerginitas dari senyawa ini kurang (Soni ei al., 2001).


Source :
http://lordbroken.wordpress.com/2010/07/06/paraben-dan-kemampuan-antimikrobanya/
»»  
Selasa, 31 Agustus 2010 | 00.39 | 10 Comments

Membuat Cincin Emas Indah dari Motherboard bekas

Postingan ini saya Copy dari Artikel Ruang hati.com karena sangat sesuai dengan konten blog ini yang membahas tentang Kimia. Semoga bermanfaat untuk para pembaca.

Tahukah Anda jika di dalam Motherboard bekas ada emasnya, ya di konektor IDE, slot PCI Express, PCI, AGP, ISA, dan port lain, pin jumper, soket prosesor, dan DIMM (SIMM di motherboard yang lebih tua) juga slot. Semua konektor yang umumnya berwarna kuning ini sebenarnya terdapat lapisan emas yang sangat tipis sekali membungkusnya. Yuk mari kita praktekan bersama cara membuat Motherboard lama dan bekas anda menjadi sebuah cincin emas.

emas

Sediakan beberapa alat bantu seperti tang berbagai ukuran, lalu cabut satu persatu konektor para slot dan port yang ada di motherboard Anda

emas

emas

emas
Setelah terkumpul semua, maka siapkanlah bahan-bahan kimia untuk membantu memisahkan emas dan logam lain yang tidak kita butuhkan

emas

emas

Dengan menjalankan arus listrik melalui , dengan menggunakan pengisi daya baterai biasa, tembaga di anoda (dan di pin) larut dan diendapkan pada katoda utama .Emas, terlepas dari tembaga, bentuk sedimen di bagian bawah sel. Juga mencatat bahwa suhu bak meningkat secara signifikan selama proses ini.

emas

emas
Hati-hati untuk selalu menuangkan asam ke dalam air, dan bukan sebaliknya! Jika Anda melakukannya salah, pertama tetesan air yang menyentuh permukaan asam sulfat akan segera menguap dan dapat menyebabkan percikan asam.

emas
Menggunakan filteruntuk memisah campuran dari berbagai logam dan kotoran. Dan kini sekarang semuanya larut dalam campuran asam klorida 35% dan klorin pemutih (sodium hipoklorit) sebesar 5%, dalam proporsi 2 banding 1.

2 HCl + NaClO -> Cl2 + NaCl + H2O

emas

Hati-hati! Reaksi ini sangat eksotermik dan menghasilkan klorin, gas yang sangat berbahaya. Gas khlor digunakan sebagai senjata kimia selama Perang Dunia pertama, di bawah nama bertholite.

emas
Bahkan, klorin diproduksi dengan mencampur asam klorida dan pemutih klorin lalu merubah emas untuk membentuk emas (III) klorida.

2 Au + 3 Cl2 -> 2 AuCl3

emas
Untuk mendapatkan emas murni, kita sekarang perlu untuk mengendapkan emas yang dalam larutan. Untuk itu, kami menggunakan metabisulfite bubuk natrium. Dengan adanya air, natrium menghasilkan metabisulfite natrium bisulfit.

Na2S2O5 + H2O -> 2 NaHSO3

Natrium bisulfit ini adalah apa yang akan memungkinkan untuk mengendapkan emas.

3 NaHSO3 AuCl3 + 2 + 3 H2O -> 3 NaHSO4 + 6 HCl + 2 Au

emas
Hasil lalu dilebur dan dipanaskan hingga suhu 1064 ° C (1947,52 ° F) dengan gas butana

emas
Akhirnya terkumpulah dan menjadi sebutir emas murni yang siap dibentuk

Menyulap motherboard bekas menjadi cincin emas mewah

Menyulap motherboard bekas menjadi cincin emas mewah


Sumber :
http://ruanghati.com/2010/08/31/motherboard_jadi_emas/

»»  
Sabtu, 28 Agustus 2010 | 21.46 | 6 Comments

Cara memutihkan Gigi

pemutih-gigi


Permukaan gigi dikelilingi oleh lapisan yang disebut email. 95% email terbuat dari zat yang diseut “hidroksiapatit”, yang sangat keras dan kuat. Didalamnya terdapat d
entin, yang mengelilingi saraf di pusat.

Lapisan Gigi

Berikutnya mari kita perhatikan hidroksiapatit. Zat ini sangat keras, tapi mudah dirusak oleh asam. Bahkan, gigi , setelah direndam dalam cuka selama semalam, dapat dipotong dengan mudah menggunakan pisau.

Mengapa hidroksiapatit dapat cepat merusak gigi?Rumus kimia zat ini adalah Ca10(PO4)6(OH)2. Reaksi berikut ini terjadi di permukaan gigi bila terdapat asam di permukaannya.

Ca10(PO4)6(OH)2 + 8H+ ↔ 10Ca2+ + 6(HPO4)2- + 2H2O

Persamaan ini berarti bahwa reaksi akan mengarah ke sisi kanan dengan penambahan asam (ion H+).

Jadi, semakin banyak asam ditambahkan, semakin mudah hidroksiapatit terlalrut ke dalam air ludah.

Reaksi ini terjadi pada pH yang lebih rendah dari 7. Reaksi ini disebut “dekalsifikasi “karena kalsium dalam hidroksiapatit terlarut.

Reaksi ini juga penting dalam menjelaskan kerusakan gigi. Bakteri dalam plak menguraikan gula dan membentuk asam. Hidroksiapatit pada permukaan gigi terlarut oleh asam ini. Ini adalah penyebab utama kerusakan gigi.

Bersamaan dengan itu, air jeruk perasan adalah larutan asam kuat (pH=2) karena asam sitrat yang terkandung dalam air jeruk. Mungkin benar kalau gigi bisa diputihkan untuk sementara dengan mengelap gigi menggunakan air jeruk perasan, karena hidroksiapatit pada permukaan gigi terlarut oleh asam (H+) dalam air jeruk lalu muncul permukaan yang baru. Bagaimanapun, analog ini dapat juga mengakibatkan kerusakan gigi secara sengaja. Karenanya, tindakan ini sangat TIDAK dianjurkan.

Penulis : Wahyudi di http://www.chem-is-try.org



»»  
Dapatkan uang yang banyak dari website Anda, 100% profit milik Anda sendiri klik disini
Jutaan rupiah setiap minggu dari reseller produk software unggulan dan boleh di copy lagi ! klik disini
Kesempatan dapat uang terbaik yang ada di seluruh internet saat ini. klik disini
Belajar e-bisnis sendiri, untuk mendapatkan income jutaan rupiah setiap bulan... klik disini
Mulailah bisnis internet Anda sendiri. Tersedia paket software yang boleh Anda jual kembali. Info selengkapnya klik disini
 
Copyright MY OCCUPATION © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.